TEORI
KOMUNIKASI
Lama tak jumpa pembaca sekalian. Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi ilmu mengenai apa itu teori komunikasi menurut karl W. Deutsch? Tulisan
ini akan mencoba sedikit menerangkan sebuah teori politik, yaitu teori komunikasi yang di
kemukakan oleh Karl.W.Deutsch.
Sesuai dengan tradisi ilmu politik untuk meminjam
prepestik dan kerangka acuan dari berbagai disiplin ilmu, maka Deutsch telah mengembangkan
suatu pendekatan baru dalam analisa politk dengan berdasarkan pada teori
komunikasi.
Teori
komuniksai memandang tugas dari pemerintahan dan politik ialah suatu proses pengendalian
dan pengkoordinasian usaha-usaha manusia untuk mencapi suatu tujuan. Keputusan
di ambil agar menjadi mekanisme dasar bagi proses ini untuk mewujudkan dirinya. Sebenarnya teori komunikasi atau pendekatan komunikasi lebih tertarik pada
proses pembuatan keputusan di bandingkan konsekuensi dari keputusan itu. Hal ini sesuai dengan model sibernetika yang lebih banyak memberikan arti
penting pada pengendalian dan pengkoordinasian daripada terhadap tujuannya.
Deutsch
memulai pembahasan tentang teori komunikasi dengan sutu perbedaan antara teknik
komunikasi dan teknik kekuatan. Dalam teknik kekuatan seperti yang di katakan
deutsch, perubahan kira-kira sebanding dengan banyaknya energi yang di
keluarkan. Namun di lain pihak, dalam teknik komunikas ,pengalihan energi yang
sangat kecil dalam pola yang relatif rumit seringkali dapat menimbulkan
perubahan yang sangat besar di pihak komunikan. Perubahan bagaimanapun
juga tidak sebanding dengan energi yang di keluarkan. Perubahan ini di timbulkan
oleh kekuatan. Oleh karena itu, hal yang terpenting dalam bab ini bukanlah
banyaknya energi yang di butuhkan untuk membawa isyarat, melainkan tindakan yang
di hasilkan dan hubungannya dengan kelompok alternatif yang tersedia untuk
saluaran komunikasi yang sama di gunakan untuk membawa informasi
tersebut. Informasi telah didefinisikan oleh deutsch sebagai suatu penyaluran
yang terpola atau suatu hubungan yang terpola antara berbagai peristiwa.
Deutsch
menggambarkan proses komuniksai bagaikan sebuah proses pemotretan atau
televisi. Sinar matahari dan emulsi pada gambar yang tajam pada suatu pihak
atau dorongan-dorongan listrik di dalam kabel. Gelombang-gelombang televisi dan
permukaan layar televisi di lain pihak secara bersama-sama membentuk saluran
komunikasi.
Teori
komunikasi memandang pemerintah sebagai suatu sistem pembuatan keputusan yang
si dasarkan pada berbagai arus informasi.
Pada dasarnya ada dua macam konsep pokok
teori komunikasi. Konsep yang pertama yaitu konsep yang ada kaitanya dengan
bangun (struktur) kerja sedangkan konsep yang kedua lebih memusatkan perhatian
pada berbagai arus dan proses. Mengenai yang pertama, Deutsch telah berusaha
mengembangkan suatu model tentang cara yang di pakai struktur kerja dalam
melaksanakan fungsinya. Pertama-tama ada penerima atau sistem penerimaan. Sistem
penerima informasi di terima dari lingkungan baik dalam negeri maupun luar
negeri.
Gagasan tentang penerimaan mencakup
beberapa fungsi seperti tugas-tugas penelitian sepintas kilas, pemilihan informasi ,pemrosesan data, dan lain sebagainya. Di dalam perangkat
pembuatan keputusan, informasi di tangani dan di urus oleh struktur-sruktur yang
menggambarkan ingatan, kompleks nilai ,dan pusat-pusat yang membuat keputusan
yang sesungguhnya.
Kategori kedua dalam konsep tersebut
menguraikan arus-arus dan proses-proses, mungkin pula lebih penting. Informasi
merupakan ”serangkaian arus informasi yang terpola” yang secara bersama-sama membentuk suatu jaringan komunikasi. Sistem komunikasi sangat penting
karena mampu menghubungkan ,menemukan, dan mengemukan pengalaman masa lalu yang
relevan dengan analisis mengenai informasi yang masuk.
Informasi dapat di ukur serta dihitung dan pelaksanaan tugas saluran-saluran komunikasi dalam mengirimkan atau
memutarbalikan informasi dan dapat di evaluasi dalam istilah-istilah kuantitatif.
Teori komuniksai memandang sebuah
penyampaian informasi adalah alat untuk proses pengendalain dan
pengkoordinasian. Selain itu, suatu komunikasi dapat dikatakan efektif jika komunikan mempereroleh suatu persepsi yang sama sesuai pesan yang yang disampaikan komunikator.
Referensi :
Karl W . Deutsch.1963.The Nerves of Government.Glencoe:III.The Free Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar