Rabu, 26 Desember 2012

Teori Komunikasi

 
TEORI KOMUNIKASI
Lama tak jumpa pembaca sekalian. Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi ilmu mengenai apa itu teori komunikasi menurut karl W. Deutsch? Tulisan ini akan mencoba sedikit menerangkan sebuah teori politik, yaitu teori komunikasi yang di kemukakan oleh Karl.W.Deutsch.
Sesuai dengan tradisi ilmu politik untuk meminjam prepestik dan kerangka acuan dari berbagai disiplin ilmu, maka Deutsch telah mengembangkan suatu pendekatan baru dalam analisa politk dengan berdasarkan pada teori komunikasi.
Teori komuniksai memandang tugas dari pemerintahan dan politik ialah suatu proses pengendalian dan pengkoordinasian usaha-usaha manusia untuk mencapi suatu tujuan. Keputusan di ambil agar menjadi mekanisme dasar bagi proses ini untuk mewujudkan dirinya. Sebenarnya teori komunikasi atau pendekatan komunikasi lebih tertarik pada proses pembuatan keputusan di bandingkan konsekuensi dari keputusan itu. Hal ini sesuai dengan model sibernetika yang lebih banyak memberikan arti penting pada pengendalian dan pengkoordinasian daripada terhadap tujuannya.
Deutsch memulai pembahasan tentang teori komunikasi dengan sutu perbedaan antara teknik komunikasi dan teknik kekuatan. Dalam teknik kekuatan seperti yang di katakan deutsch, perubahan kira-kira sebanding dengan banyaknya energi yang di keluarkan. Namun di lain pihak, dalam teknik komunikas ,pengalihan energi yang sangat kecil dalam pola yang relatif rumit seringkali dapat menimbulkan perubahan yang sangat besar di pihak komunikan. Perubahan bagaimanapun juga tidak sebanding dengan energi yang di keluarkan. Perubahan ini di timbulkan oleh kekuatan. Oleh karena itu, hal yang terpenting dalam bab ini bukanlah banyaknya energi yang di butuhkan untuk membawa isyarat, melainkan tindakan yang di hasilkan dan hubungannya dengan kelompok alternatif yang tersedia untuk saluaran komunikasi yang sama di gunakan untuk membawa informasi tersebut. Informasi telah didefinisikan oleh deutsch sebagai suatu penyaluran yang terpola atau suatu hubungan yang terpola antara berbagai peristiwa.
Deutsch menggambarkan proses komuniksai bagaikan sebuah proses pemotretan atau televisi. Sinar matahari dan emulsi pada gambar yang tajam pada suatu pihak atau dorongan-dorongan listrik di dalam kabel. Gelombang-gelombang televisi dan permukaan layar televisi di lain pihak secara bersama-sama membentuk saluran komunikasi.
Teori komunikasi memandang pemerintah sebagai suatu sistem pembuatan keputusan yang si dasarkan pada berbagai arus informasi.
            Pada dasarnya ada dua macam konsep pokok teori komunikasi. Konsep yang pertama yaitu konsep yang ada kaitanya dengan bangun (struktur) kerja sedangkan konsep yang kedua lebih memusatkan perhatian pada berbagai arus dan proses. Mengenai yang pertama, Deutsch telah berusaha mengembangkan suatu model tentang cara yang di pakai struktur kerja dalam melaksanakan fungsinya. Pertama-tama ada penerima atau sistem penerimaan. Sistem penerima informasi di terima dari lingkungan baik dalam negeri maupun luar negeri.
     Gagasan tentang penerimaan mencakup beberapa fungsi seperti tugas-tugas penelitian sepintas kilas, pemilihan informasi ,pemrosesan data, dan lain sebagainya. Di dalam perangkat pembuatan keputusan, informasi di tangani dan di urus oleh struktur-sruktur yang menggambarkan ingatan, kompleks nilai ,dan pusat-pusat yang membuat keputusan yang sesungguhnya.
      Kategori kedua dalam konsep tersebut menguraikan arus-arus dan proses-proses, mungkin pula lebih penting. Informasi merupakan ”serangkaian arus informasi yang terpola” yang secara bersama-sama membentuk suatu jaringan komunikasi. Sistem komunikasi sangat penting karena mampu menghubungkan ,menemukan, dan mengemukan pengalaman masa lalu yang relevan dengan analisis mengenai informasi yang masuk.
    Informasi dapat di ukur serta dihitung dan pelaksanaan tugas saluran-saluran komunikasi dalam mengirimkan atau memutarbalikan informasi dan dapat di evaluasi dalam istilah-istilah kuantitatif.
            Teori komuniksai memandang sebuah penyampaian informasi adalah alat untuk proses pengendalain dan pengkoordinasian. Selain itu, suatu komunikasi dapat dikatakan efektif jika komunikan mempereroleh suatu persepsi yang sama sesuai pesan yang yang disampaikan komunikator.

                                                                        Referensi  :
                        Karl W . Deutsch.1963.The Nerves of Government.Glencoe:III.The Free Press

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Know us

Our Team

Contact us

Nama

Email *

Pesan *