Rabu, 10 September 2014

Summary Materi Kelompok Sosial


a.       Pengertian kelompok sosial.
Menurut pandangan sosiologi, kelompok diartikan sebagai suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya perasaan dan tujuan bersama. Beberapa sosiolog memberi definisi tentang pengertian kelompok sosial.
a)      Joseph S.Roucek dan Roland L.Warren
Kedua ahli sosiologi tersebut mendefinisikan kelompok sosial sebagai kelompok yang terdiri atas dua atau lebih manusia dan di antara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh anggota atau orang lain secara keseluruhan.
b)      Mayor Polak
Polak mengartikan kelompok sosial sebagai sejumlah orang yang satu sama lain memiliki hubungan sebagai sebuah struktur untuk memenuhi kepentingan bersama.
c)      Wila Huky
Kelompok sosial menurut Huky adalah suatu unit yang terdiri atas dua orang atau lebih yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi.
d)     Robert Bierstedt
Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama terhadap keanggotaannya dan saling berinteraksi.
Jadi kelompok sosial dapat disimpulkan sebagai himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan diantara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal-balik yang saling mempengaruhi dan juga kesadaran untuk saling menolong.

b.      Ciri kelompok sosial
a.       Terdapat dorongan atau motif yang sama
b.      Adanya penegasan dan pembentukan struktur atau organisasi yang jelas
c.       Adanya peneguhan norma pedoman tingkah laku anggota
d.      Berlangsungnya suatu kepentingan
e.       Adanya pergerakan yang dinamis


c.         Syarat-sayarat kelompok sosial
Menurut Soerjono Soekanto, kelompok manusia baru bisa dikatakan sebagai kelompok sosial jika terdapat syarat-syarat sebagai berikut.
a.       Adanya kesadaran dari anggota kelompok bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok.
b.      Adanya hubungan timbal balik antaranggota kelompok.
c.       Adanya kesamaan tujuan yang dimiliki oleh anggota kelompok.      
d.      Adanya struktur, kaidah, dan pola perilaku.
e.       Bersistem dan berproses
Contoh berbagai kelompok sosial, yakni:
                  
Gb 1 : Kelompok Sepeda Ontel Yogyakarta                           Gb 2       : Kelompok Gangster Remaja
Sumber : http//:2bp.blogspot.com                                             Sumber  : http//:3bp.blogspot.com

         
Gb 3                 : Kelompok Adat Sasak                                     Gb 4       : Kelompok Ibu Rumah Tangga
Sumber            : http//:t3.gstatict.com                                        Sumber  : http//:2bp.blogspot.com

d.      Faktor pembentuk kelompok sosial
a)      Mempertahankan hidup
b)      Melanjutkan keturunan
c)      Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja
d)     Faktor genologis
e)      Faktor religius
f)       Faktor teritorial
g)      Faktor kepentingan

e.       Teori pembentuk kelompok sosial
a)      Teori identitas sosial
b)      Teori identitas kelompok
c)      Teori kedekatan (propinquity)
d)     Teori interaksi
e)      Teori keseimbangan

f.       Tinjauan sosiologi dalam mengkaji kelompok sosial
Suatu kelompok sosial cenderung tidak untuk menjadi kelompok statis, tetapi selalu berkembang serta mengalami perubahan. Baik dalam aktivitas maupun bentuknya. Kelompok sosial (kecil ataupun besar) dapat pula menambahkan alat-alat perlangkapan untuk dapat melaksanakan fungsi-fungsinya yang baru dalam rangka perubahan-perubahan yang dialaminya, atau bahkan sebaliknya dapat mempersempit ruang lingkupnya.
Suatu yang menarik dari kelompok sosial adalah bagaimana caranya mengendalikan anggotanya. Para sosiolog tertarik oleh cara-cara kelompok sosial tersebut dalam mengatur tindakan-tindakan anggotanya agar tercapai tertib di dalam kelompok. Hal yang agaknya penting adalah bahwa kelompok sosial tersebut merupakan tempat kekuatan-kekuatan sosial berhubungan, berkembang, mengalami disorganisasi, memegang perananya.

g.      Tipe kelompok sosial
a)      Kelompok sosial sebagai kesatuan teritorial
b)      Kelompok sosial sebagai kesatuan genealogis
c)      Kelompok sosial sebagai kesatuan religius
d)     Kelompok sosial sebagai kesatuan kepentingan (asosiasi)
e)      Kesatuan kelompok campuran (kombinasi)




h.      Klasifikasi kelompok sosial di masyarakat
Menurut Soerjono Soekanto kelompok sosial dapat diklasifikasikan berdasarkan berdasarkan beberapa hal, antara lain sebagai berikut:
a.       Berdasarkan besar kecilnya anggota kelompok
b.      Berdasarkan derajat interaksi dalam kelompok
c.       Berdasarkan kepentingan dan wilayah
d.      Berdasarkan kelangsungan kepentingan
e.       Berdasarkan derajat organisasi

1)      Kelompok solidaritas mekanis dan organis
Solidaritas mekanis adalah ciri yang menandai masyarakat sederhana yang hidup terpisah dalam kelompok-kelompok kecil. Pada masayarakat ini belum ada pembagian kerja yang jelas atau spesialisasi dalam pekerjaan. Sebab pada dasarnya setiap pekerjaan dilakukan secara bersama-sama atau gotong-royong. Contoh: masyarakat pedesaan yang masih tradisional
Solidaritas organik adalah bentuk solidaritas yag mengikat masyarakat yang beragam dan telah mengenal pembagian kerja secara rinci. Dengna demikian muncul keahlian tertentu yang dimiliki oleh setiap anggota masyarakat yang mengakibatkan setiap golongan dalam masyarakat saling tergantung  sama lain dan tidak bisa hidup seniri tanpa melakukan hubungan atau kerjasama dengna golongan lain. Contoh: masyarakat kota (sebab ada banyak jenis profesi pada masayarakat kota). Seperti karyawan, buruh, pengusaha, guru, PNS, dll. Mereka saling berhubungan atau membutuhkan yang didasarkan pada pemenuhan kebutuhan masing-masing.
Hemat kami solidaritas mekanik dan organik dapat dibedakan dalam tabel berikut ini:
Solidaritas mekanik
Solidaritas organik
1.      Terdapat pada masyarakat yang relatif bersifat homogen dan sederhana
2.      Belum mengenal pembagian kerja diantara para anggota kelompok
3.      Ikatan kelompok di dasarkan perasaan dan kesadaran kolektif antaranggota kelompok.
4.      Hukum pidana lebih menonjol sehingga sanksi terhadap anggota kelompok yang melanggar bersifat represif
5.      solidaritas mekanis sering dijumpai pada kehidupan masayarakat desa
1.      terdapat pada masyarakat yang kompleks dan heterogen
2.      sudah terdapat pembagian kerja yang teratur di antara para anggota kelompok
3.      ikatan kelompok berdasarkan kesepakatan yang terjalin diantara berbagai kelompok profesi
4.      hukum perdata yang diutamakan dan sanksi bagianggota kelompok yang melanggat bersifar restitutif
5.      solidaritas organis sering dijumpai pada kehidupan masyarakat kota

2)      Kelompok formal dan informal
a)      Kelompok Formal
Kelompok formal adalah kelompok-kelompok yang sengaja diciptakan dan didasarkan pada aturan-aturan yang tegas. Aturan tersebut dimaksudkan sebagai sarana untuk mengatur hubungan antaranggota dalam bertingkah laku untuk mencapai tujuannya. Status yang dimiliki oleh para anggota sesuai dengan pembatasan tugas dan wewenangnya.
Contoh: organisasi
b)      Kelompok Informal
Kelompok informal adalah kelompok yang terbentuk karena tinggi dan berulang-ulangnya kuantitas pertemuan. Setiap pertemuan dilakukan berdasar pengalaman dan kepentingan anggota-anggota yang relatif sama.
Contoh: klik (clique)
3)      Reference group dan Membership group
Robert K.Merton memberikan pendapat mengenai membership dan reference group. Dia mendefinisikan kedua kelompok itu sebagai berikut.
a.      Membership Group merupakan kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. Anggota-anggota dalam membership group sering melakukan interaksi untuk membentuk kelompok-kelompok tersendiri. Keanggotaan seseorang dalam membership group diukur dari interaksinya dengan kelompok sosial tersebut termasuk para anggotanya.

b.    Reference Group
Reference group merupakan kelompok-kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok tersebut) untuk membentuk pribadi dan perilakunya.

4)      Gemenshaft dan Gesellschaft
a.      Gemeinschaft
Gemeinschaft adalah bentuk kehidupan bersama yang anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni, bersifat alamiah, dan kekal. Dasar hubungan dalam kelompok ini adalah rasa cinta dan kesatuan batin. Masyarakat dalam kelompok ini mempunyai kedudukan yang lebih penting daripada individu.
Fierdinand Tonnies mengemukakan ciri-ciri gemeinschaft, yaitu:
a)      hubungan antaranggota bersifat menyeluruh dan mesra (intim);
b)      hubungan antaranggota bersifat pribadi (privat); dan
c)      hubungan hanya untuk dalam kelompok, tidak untuk orang-orang yang ada di luar kelompok (eksklusif).
Permasalahan atau perselisihan yang terjadi dalam kelompok diselesaikan atas nama kelompok dan bukan atas nama pribadi saja.
Gemeinschaft ada tiga bentuk sebagai berikut.
a.       Gemeinschaft by blood, yaitu bentuk kehidupan bersama yang anggotanya diikat oleh hubungan darah atau keturunan. Misalnya, keluarga dan kelompok kekerabatan.
b.      Gemeinschaft of place, yaitu bentuk kehidupan bersama karena berdekatan tempat tinggalnya sehingga dapat saling menolong. Misalnya, RT dan RW.
c.       Gemeinschaft of mind, yaitu bentuk kehidupan bersama yang terjadi karena mempunyai jiwa dan pikiran yang sama atau ideologi yang sama.

b.      Gesellschaft
Gesellschaft adalah kelompok yang didasari ikatan lahiriah yang jangka waktunya terbatas. Dalam gesellschaft terdapat hubungan perjanjian yang berdasarkan ikatan timbal balik, misalnya ikatan antarpedagang, dan organisasi buruh pabrik. Orang-orang yang ada dalam hubungan gesellschaft didasarkan karena mempunyai kepentingan-kepentingan pribadi di atas kepentingan kelompok. Sementara itu, unsur-unsur kehidupan lainnya hanya merupakan alat.
Berikut perbedaan keduanya.
No
Gemeinschaft
Gesellschaft
1
2
3
4
5
Personal
informal
tradisional
sentimental (menyentuh) perasaan)
umum
Impersonal
formal
sesuai nilai guna (utilation)
realistis
khusus

5)      Kelompok dalam dan kelompok luar
a.       Kelompok dalam (In group) adalah kelompok sosial dimana individu mengidentivikasi dirinya. Contoh: kelas XI IIS 2 SMAN 2 Sleman
b.      Kelompok luar (Out group) adalah kelompok sosial yang oleh individu diartikan sebagai lawan in groupnya. Contoh: SMAN Dreamland, komunitas suka tidur
Perasaan in group dan out group didasari dengan suatu sikap yang dinamakan etnosentris. Yaitu, adanya anggapan bahwa kebiasaan dalam kelompoknya merupakan yang terbaik dibanding dengan kelompok lain.

6)      Kelompok primer dan sekunder
Kedua kelompok ini memiliki rasa memiliki terhadap kelompok sangat besar. Para anggotanya saling membagi pengalaman, berencana, dan memecahkan masalah bersama serta berusaha memenuhi kebutuhan bersama pula.
a.      Kelompok Primer (Primary Group)
Kelompok primer atau face to face merupakan kelompok sosial yang paling sederhana, dimana anggotanya saling mengenal serta ada kerjasama yang erat. Contohnya: keluarga, teman sepermainan dan lain-lain.

Beberapa syarat untuk membentuk kelompok utama telah dikemukakan oleh Charles Horton Cooley, yaitu :
·         anggota-anggota kelompok secara fisik berdekatan satu sama lain;
·         jumlah anggota kelompok sedikit;
·         hubungan antar anggota kelompok bersifat langgeng; dan
·         memiliki tujuan akhir yang sama.
b.      Kelompok Sekunder (Secondary Group)
Kelompok sekunder adalah kelompok yang terdiri dari banyak orang, sifat hubungannya tidak berdasarkan pengenalan secara pribadi dan juga tidak langgeng. Contoh: hubungan kontrak jual beli.
Di antara kelompok primer dan kelompok sekunder terdapat beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut sebagai berikut:
Perbedaan
Kelompok Primer (Primary Group)
Kelompok Sekunder (Secondary Group)
a)      Memiliki anggota sedikit
b)      Hubungan antaranggota bersifat pribadi dan akrab.
c)      Mengutamakan komunikasi tatap muka.
d)     Kebersamaan anggota dalam kelompok relatif lama (bersifat lebih permanen).
e)      Saling mengenal dengan baik antaranggota kelompok sehingga mempunyai perasaan loyalitas.
f)       Bersifat informal.
a)      Jumlah anggota kelompok besar.
b)      Hubungan antaranggota tidak bersifat pribadi dan antaranggota tidak ada hubungan yang erat.
c)      Komunikasi tatap muka jarang dilakukan;
d)     Para anggota berada bersama-sama dalam waktu singkat (temporer).
e)      Antaranggota tidak saling mengenal dengan baik.
f)       Bersifat formal.


7)      Kelompok okupasional dan Volunteer
Kelompok okupasional adalah kelompok yang muncul karena semakin memudarnya fungsi kekerabatan, dimana kelompok ini timbul karena anggotanya memiliki pekerjaan yang sejenis. Contoh: kelompok profesi, seperti asosiasi sarjana farmasi, ikatan dokter indonesia, dan lain-lain
Kelompok volonter adalah kelompok yang memiliki kepentingan sama, namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat. Melalui kelompok ini diharapkan akan dapat memnuhi kepentingan anggotanya secara individual tanpa mengganggu kepentingan masayarakat saecara umum. Contoh: sukarelawan

8)      Kerumunan
Kerumunan (crowd) adalah individu-individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat, pada waktu yang sama.
Bentuk-bentuk umum kerumunan pada umumnya yaitu sebagai berikut:
a)      Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial
1.      Formal audiences
Khalayak penonton atau pendengar yang formal (formal audiences) merupakan kerumunan-kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan tujuan, tetapi sifatnya pasif. Contoh: penonton film, jamaah khotbah keagamaan
2.      Planned expressive group
Kelompok ekspresif yang telah direncanakan (planned expressive group) adalah kerumunan yang pusat perhatiannya tidak begitu penting, tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam aktivitas kerumunan tersebut serta kepuasan yang dihasilkannya. Contoh: orang yang berpesta, berdansa, dan sebagainya.
b)      Kerumunan yang bersifat sementara (casual crowd)
1.      Inconvenient aggregrations
Kumpulan orang yang kurang menyenangkan (Inconvenient aggregrations) adalah orang-orang yang antri karcis, orang-orang yang menunggu bis, dan sebagainya. Dalam kerumunan itu kehadiran orang-orang lain merupakan halangan terhadap tercapainya maksud seseorang.
2.      Panic crowds
Kerumunan orang-orang yang sedang dalam kedaan panik (panic crowds), yaitu orang-orang yang bersama-sama berusaha menyelamatkan diri dari suatu bahaya. Dorongan dalam diri individu-individu dalam kerumunan tersebut mempunyai kecenderungan untuk mempertinggi rasa panik.
3.      Spectactor crowds
Kerumunan penonton (Spectactor crowds) terjadi karena ingi melihat suatu kejadian tertentu. Kerumunan semacam ini hampir sama dengan khalayak penonton, tetapi bedanya adalah kegiatan-kegiatan juga pada umumnya tidak terkendalikan.
c)      Kerumuanan yang berlawanan dengan norma-norma hukum (lawless crowds)
1.      Acting mobs
Kerumunan yang bertindak emosional (acting mobs) bertujuan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang berlaanan dengan norma-norma yang berlaku dalam masayarakat. Biasanya kumpulan orang-orang tersebut bergerak karena merasakan hak-hak mereka diinjak-injak atau karena tidak adanya keadilan.
2.      Immoral crowds 
       Kerumunan yang bersifat immoral (immoral crowds) hampir sama dengan kelompok ekspresif. Bedanya adalah kerumunan yang bersifat immorl bertentangan dengan norma-norma masayarakat. Contoh: orang-orang yang mabuk
 Sumber   
-       Siti Khoiriyah. 2014. Sosiologi untuk Kelas XI SMA/MA: Kelompok Peminatan Ilm-Ilmu Sosial. Solo: Platinum 
-       Kun Maryati dan Juju Suryawati. 2014. Sosiologi: Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Esis 
-       Budiyono. 2009. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional 
-       Soerjono Soekanto. 2010. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers 
-       Bondet Wrahatnala. 2009. Sosiologi unutk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Know us

Our Team

Contact us

Nama

Email *

Pesan *